That’s what friends are for

Judulnya ngambil dari judul lagu “That’s what friends are for”, Dionne Warwick (baru digoogle sedikit), ingin sedikit cerita tentang betapa berartinya teman.

Banyak sinonim dari kata teman: sahabat, sobat, sohib. Dalam bahasa Inggris ada friend: pal, companion, fellow, buddy, comrade, ally, mate. Apapun itu, menurut definisi (ngasal) saya sendiri, seorang teman yang asik adalah orang yang bisa saya ajak bertukar pikiran dalam konteks senang-senang maupun serius. Karena ada orang yang cocok dengan saya hanya dalam konteks senang-senang, kurang bisa diajak ngobrol konteks serius maupun sebaliknya. Saya pribadi pun pasti dipandang seperti itu dari sisi orang lain, manusiawi. Namun saya bersyukur sejauh jejak saya hidup telah memiliki teman-teman hebat.
Dari teman-teman zaman balita hingga SD, banyak yang berjauhan karena saat ini memang sudah tak pernah ketemu lagi. Sekali pun tetanggaan tapi sekarang seperti sudah jauh konteks hidupnya (ceileeeh sok2an) haha. Teman SMP masih ada beberapa yang komunikasi intens karena memang kita dekat, namun jarang bertemu. Teman SMA lebih banyak dan lebih intens komunikasinya, ‘bonding’ nya lebih kuat gara-gara dua tahun di kelas yang sama, sampai zaman kuliah dan kerja pun masih akrab walau jarang bertemu juga. Kuliah makin banyak temannya, dari angkatan di atas yang udah beranak pinak sampai ke dedek-dedek yang masih kuliah saat ini. Namun di tempat kerja saat ini lah pertemanan yang lalu di zaman kuliah dan kantor lebih terasa bermakna secara filosofis tentang hidup. Mungkin faktor umur, faktor jam kebersamaan dan frekuensi bertemu yang sangat tinggi, ditambah makin banyak mikir sok-sok filosofis 😂.

3473456@2x

pren

Teman asik

Ya, untuk dapat teman yang asik itu gak susah kok sebetulnya, coba refleksikan diri kita sendiri ‘apakah saya orang yang asik untuk dijadikan teman?’. Ketika saya berada di organisasi yang terdiri dari banyak orang, pasti ada saja yang jadi teman akrab dan kurang akrab, cocok-cocokan, teori kunci dan gembok (mulai lebai). Dari banyak karakter manusia yang saya perhatikan, ada yang hanya punya beberapa teman akrab ‘itu-itu aja’, ada yang seolah akrab dengan semua orang sampe disalamin jabat tangan satu-satu tiap ketemu di jalan 😅. Saya sendiri bisa ‘hybrid’ mungkin hahah gak mau polar ke salah satu. Gak mau punya teman itu-itu saja karena jelas ingin tambah ilmu dan relasi dong, tapi bukan tipe yang bisa salaman tiap ketemu di jalan hehe, paling sebatas ‘say hi’ sambil angkat satu tangan 👋.  Yang pasti semakin kita sering bertemu dan berinteraksi, pasti menemukan kecocokan dan makin tau karakter aslinya. Seperti teman di office satu ruangan/gedung mau tak mau pasti bertemu terus, entah sampai kapan sampe bosen mungkin hahaha tapi dibuat asik aja brot. Asik buat diajak ketawa, senang-senang, sampai gila-gilaan, tapi juga bisa serius sampe bikin bingung hidup. Haaaah hidup memang unik, seneng saya (sebenernya ingin nulis: ‘seneng aing’ :p). 3473441_key@2x

Era aplikasi messenger

Zaman sekarang indikatornya lumayan mudah: sebanyak apa grup chatting dan siapa saja anggotanya di aplikasi messenger di ponsel kalian? Ada grup yang sekedar dibuat, saya gabung di dalamnya, sepi krik-krik saya jarang atau gak pernah muncul. Ada grup/orang yang intens kita komunikasi di dalamnya. Tapi jangan sampai aplikasi chat merubah gaya kita berkomunikasi langsung, seolah seperti mengkikis kemampuan berkomunikasi langsung sehingga tidak seperti dari hati ke hati (eeeaaa).  Tapi serius, keberadaan aplikasi mesenger ini efek positif dan negatifnya lumayan juga. Positifnya pasti udah pada bisa tahu lah, kalau negatifnya yang saya rasakan adalah betul-betul mengalihkan konsentrasi dan mengahabiskan waktu. Tapi… setelah saya baca banyak tulisan tentang fenomena ‘texting’ ini, jadinya ingin lebih sering komunikasi langsung dengan banyak orang. Mengurangi efek negatifnya tadi sih, efek stres kesyepian.

Sekian reportase minggu ini. Minggu yang cukup melelahkan, membuat futur, butuh dukungan semangat ala jkt48.tm_nodata_img@2x

About feriyadiramen

An INTP long life learner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: