Catatan Tokyo #2

Lanjut ke catatan Tokyo nomor dua, simak juga yang sebelumnya.

Pasti kalau bepergian ke tempat wisata kita buat rencana perjalanan dan daftar tempat yang akan dikunjungi (semua frase itu biar gampang dijadikan satu kata Bahasa Inggris: Itininerary atau gaulnya ‘itin’). Nah, apalagi ke Tokyo, itin nya harus benar-benar matang dan rinci. Kebetulan di perjalanan ini itin saya yang buat, jadi marilah kita simak dalam poin-poin penting berikut.

Bisa unduh itin yang saya buat, tapi maaf jadwal hari ke-2 tidak ditulis karena kita berpisah jadi dua tim hehe

itinerary feriyadiramen

  1. Pilihan transportasi

Di Tokyo sudah jelas sistem kereta nya sangat-sangat oke, bahkan disebut sebagai yang paling rumit di dunia (Syukurlah belajar dari yang sulit, jadi kalau nanti ke negara/kota lain ga perlu khawatir haha). Oke, sebagai turis yang berlibur singkat di Tokyo saya menggunakan beberapa pilihan:

Nama Produk

Deskripsi, Harga

Fitur

Tokyo Subway Ticket Tiket terusan menggunakan kereta bawah tanah/subway¥ 1.500 untuk 3 hari – Bebas menggunakan subway Tokyo Metro + Toei selama 3 hari berturut-turut- Bisa dibeli di Bandara Terminal Internasional (Haneda/Narita)khusus untuk turis asing

PASMO

Kartu elektronik/IC Card yg bisa diisi ulangDeposit minimal ¥ 1.000 , jaminan ¥ 500 (bisa refund) –          Bisa dipakai di semua merchant/tempat yang menerima pembayaran via IC Card-          Praktis

Yurikamome line

One Day Pass

Tiket terusan untuk di daerah Odaiba, harga ¥ 820 berlaku satu hari penuh Hemat untuk yang seharian muter-muter di odaiba. Kalau yang cuma bentar di odaiba mending beli tiket ketengan/satuan aja.

Tiket Bis JR/Keio Yamanashi-Tokyo

Tiket Bis Dari/ke Tokyo menuju area Gunung Fuji, banyak pilihannya. ¥ 1.750 one way (tarif beragam) Praktis langsung ke tempaat-tempat tertentu, tidak serepot naik kereta yang harus naik-turun.

Tips:

  • Pilih destinasi yang satu area/ward atau satu arah jalur kereta. Contoh: Hari pertama berputar-putar di daerah Akihabara, Asakusa, Ueno, Oshiage (Sky Tree)
  • Jalan kaki adalah kunci kesuksesan berjalan-jalan seharian di Tokyo, berhari-hari pula. Testimoni dari kaka Widya, beliau mengonsumsi obat Asam Mefenamat untuk menghilangkan rasa sakit yang timbul akibat terlalu banyak berjalan. It’s worked! (Tapi saya mah ga pake doping apapun, biarlah metabolisme ini berjalan apa adanya hahah)
  1. Bertemu dengan Teman/Relasi

Banyak orang Indonesia yang tinggal di Tokyo (bekerja, sekolah, dinas, dll) sampai ketika di stasiun Yurakucho pun kita disapa oleh seorang Bapak yang tiba-tiba bilang “ada yang bisa saya bantu?” kita pikir beliau orang Jepang, ternyata punya perusahaan sendiri di Tokyo!  Kali ini kami kebetulan sudah janjian dengan Kak Adek (Novriana Dewi), salah satu penyiar radio NHK seksi Bahasa Indonesia yang kebetulan ternyata temannya kaka Anil (teman kantor saya). Akhirnya sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, haha, uni Anil bisa reuni, dan saya bisa diantar untuk berkunjung ke radio NHK dan jalan-jalan di Shibuya. Terima kasih banget untuk Kak Adek, kita ditraktir makan makanan yang benar-benar halal dan cocok di lidah yaitu kebab turki di Shibuya, semua yang ada di piring habis tak bersisa🙂

makan paling enak selama di Tokyo

makan paling enak selama di Tokyo

  1. Berkunjung ke Kantor Radio NHK

Sebagai pendengar setia radio NHK siaran Bahasa Indonesia sejak 2008, saya merasa tempat ini wajib dikunjungi selagi saya di Tokyo! Sudah berkomunikasi dengan penyiar-penyiar di sana jauh hari sebelum saya berangkat (Terima kasih Kak Adek dan Mas Aji), akhirnya dibolehkan untuk berkunjung singkat.

Saya berkunjung pukul 18:00, ternyata kantornya menyatu dengan seluruh NHK Broadcast termasuk NHK World TV, ada juga untuk NHK lokal. Ini sungguh kunjungan yang menyenangkan dan saya pikir tidak semua orang bisa dengan bebas masuk ke sini, harus ada izin khusus dan tujuannya. Bisa coba masuk ke studio siaran, mencoba membacakan berita, dan sempat lihat-lihat ke studio TV nya juga. Saya pun penggemar program-program NHK World TV, karena sungguh program-program yang dibuat sangat bagus dan informatif, terutama dokumenter dan program sains dan teknologinya.

NHK Ichinichi nyuukan card

NHK Ichinichi nyuukan card

  1. Fuji Shibazakura Festival dan Onsen

Satu hari penuh saya rencanakan untuk main ke area gunung Fuji. Sayang kan kalau ke Tokyo tapi ga melipir ke gunung yang tersohor ini? Berangkat naik kereta JR lokal, subuh pukul 05:00 (sudah terang benderang) sampai sekitar pukul 08:30. Pertama kita pergi melihat bunga di shibazakura festival. Baguss, cuma memang relatif sedikit jauh dan mahal biayanya.

Lanjut ke Onsen di dekat danau Yamanaka, Benifuji onsen. Sudah tahu kan onsen di Jepang, yaa harus telandjang bulat-bulat. Saya pun menguatkan diri untuk melakukannya ahahahha. Tapi akhirnya berendamnya cuma sebentar (banyak orang, lalu kepala agak pusing pula karena tekanan airnya serasa tinggi), lebih lama duduk ber-shower ria sampai puas merelaksasi kaki yang pegal.

Di onsen ini ada tempat jual souvenir, kita nemu sekotak batu-batuan alam, yaaa batu akik asli gunung Fuji! Harganya relatif murah sekitar 65 ribu rupiah untuk sebotol besar (bisa dapat 15 batu). Oleh-oleh yang satu ini laku keras di saya bagikan ke bapak-bapak di kantor hahaha.

  1. Makan dan beli oleh-oleh

Harus irit dan cerdas untuk yang satu ini. Kita seringnya beli onigiri isi ikan harganya sekitar 110 yen per buah, lumayan kenyang untuk hari-hari pertama. Lama-lama pada bosen, saya sih belum bosen waktu itu hahah. Yang asik, di toko swalayan lumayan besar di daerah yoyogiuehara, banyak produk sayur, buah dan olahannya dijual. Harganya juga gak mahal-mahal amat lah menurut kita (sesuai dengan kualitas produk juga). Saya beli smoothie kiwi seharga 9rb rupiah, komponennya sih seperti sirup kiwi yang dibekukan, soalnya didominasi air yang mengkristal. Tapi rasanya enak dan butir-butir kiwi aslinya banyak, pokonya puas lah. Lalu ada stroberi, ukurannya besar-besar dengan konsistensi yang serasa ada ‘kriuk’ ketika dimakan, rasanya pun manis. Wuaahhh produk-produk buah di sini oke punya pokonya. Beli oleh-oleh pun kalau mau hemat, jangan terlalu banyak beli di tempat wisata, cobalah ke daiso. Yaa Daiso di sini semuanya harga 100 yen (plus pajak jadi 108 yen), dibanding Daiso di Indonesia yang 25rb kan dua kali lipatnya tuh. Saya beli beragam barang yang unik, yang dirasa tidak ada dan jarang ada di Indonesia. Oh ya saya beli juga permen fruit drops yang ada di film Graveyard of Fireflies. Sebetulnya memang banyak barang bermerek terkenal/branded yang harganya jauh lebih murah daripada di Indonesia, namun jiwa saya tidak kesitu. Saya malah cari e-book reader bekas, harganya 1,2 juta rupiah lebih murah dari yang dijual di Indonesia (mungkin karena di Indonesia e-book reader kurang laku ya), dapatlah saya Kobo Glo,  yossha.

stroberi besar, manis, renyah, warbyaza

stroberi besar, manis, renyah, warbyaza

kiwinya asli, manisnya pas

kiwinya asli, manisnya pas

 

 

  • Simpan Barang di Coin Locker

Di Tokyo (dan mungkin Jepang pada umumnya) sudah menjamur benda ini di stasiun-stasiun. Beragam ukuran disediakan, yang paling besar itu bisa menampung koper yang ukuran 60 L lah kira-kira, bahkan masih ada ruang untuk disesaki benda lain. Kisaran harga 400 yen sampai 700 yen (paling besar), sistem bayarnya pun bisa pakai tunai atau IC Card, kuncinya juga digital lho, jadi ketika mau membuka kunci kita memasukkan kode resi yang keluar ketika kita bayar (keren abis pokonya). Selain di stasiun, di tempat-tempat wisata pun banyak disediakan. Ketika kami ke NHK Studio Park, Museum Fujiko Fujio, dan Benifuji onsen, di sana ada coin locker yang ukurannya kira-kira persegi yang biasa dipakai untuk sepatu, tapi sebetulnya tas ransel pun bisa masuk. Uniknya, loker yang ini sistemnya seperti sewa, jadi kira memang harus memasukkan uang koin 100 yen untuk mengunci lokernya tapi si uang ini akan dikembalikan (keluar otomatis) ketika kita membuka kunci. Hahahah awalnya kita mikir, “dasar piduiteun” (dasar segala diuangin), tapi ternyata memang Jepang itu serba rapi dan nyaman🙂

 

About feriyadiramen

An INTP long life learner

4 comments

  1. arie

    habis berapa rupiah mas pergi ke jepang

    Like

  2. puji

    mb ada cp penyiar NHK atau mungkin akun medsos mbak novriana dewi?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: