Universitas Terbuka sebagai Pagar Bangsa di Era Global

KONDISI INDONESIA DI ERA INFORMASI GLOBAL

Cepatnya arus informasi melalui internet saat ini rasanya sudah tidak dapat terbendung lagi. Menurut data hasil riset 2014 oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), internet sudah digunakan 88 juta pengguna aktif atau sekitar 35 % dari 250 juta penduduk Indonesia. Bisa dibayangkan kan, jumlah itu hampir sama jumlahnya dengan jumlah penduduk interconnected, web iconnegara Vietnam (sekitar 90 juta), ditambah lagi sekitar 82% dari 88 juta pengguna internet itu adalah para calon penerus bangsa yang berusia 18-35 tahun. Jumlah yang banyak itu memudahkan seluruh kegiatan masyarakat, mulai dari bidang akademis seperti mencari berbagai referensi ilmu hingga kalangan bisnis untuk membuat dagangannya laris manis. Semua merasa diuntungkan dengan kehadiran internet yang semakin murah dan mudah untuk diakses, terutama dari perangkat bergerak seperti ponsel dan tablet.

PENGARUH BURUK EKSPANSI NEGARA LAIN

Di sisi lain, jumlah pengguna yang sangat besar dari kalangan muda ini dapat mendatangkan dampak buruk. Semua informasi yang tersedia online dapat diakses oleh siapa pun, tanpa terkecuali. Usia sekolah dasar dan menengah pun sudah sangat akrab dengan internet, padahal mereka sangat rentan terhadap pengaruh-pengaruh buruk dunia mayaeducation, global, international, knowledge, online, study, world icon seringkali dengan konten-konten yang berbau kekerasan dan pornografi. Media lain di internet seperti blog dan artikel-artikel berita populer pun menjadi santapan sehari-hari. Banyaknya situs web dan blog berisi berita kaleng atau tulisan yang menyebarkan berita tidak benar atau belum jelas sumbernya, seringkali menjadi peribincangan hangat untuk masyarakat Indonesia padahal dari sisi kualitas dan manfaat, tulisan itu sangat rendah mutunya. Terlebih, mulai akhir tahun ini, penerapan program Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC) yang rencananya akan dimulai pada tanggal 31 Desember 2015.

Sudah pasti kalau aspek pendidikan menjadi sorotan utama jika berkaitan dengan aspek moral seperti di atas. UT paling dikenal sebagai universitas tempat guru-guru yang mengejar pendidikan sarjanya karena sistemnya yang memang sangat fleksibel untuk para guru atau pun pekerja bidang lain. Juga anjuran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies class, classroom, room, spearker, teacher iconeducation, learning, student, studying iconBaswedan tentang keharusan guru berpendidikan S1/D4, dengan cara bekerjasama dengan UT. Semoga dengan ini, guru sebagai fondasi pendidikan bangsa, terutama untuk pendidikan dasar sebagai fondasi yang kokoh, akan memperkuat pendirian pagar bangsa🙂 . Di hari Peringatan Pendidikan Nasional 2015 pun, UT berkomitmen untuk membangun pagar bangsa dari pengaruh negatif kebudayaan global maupun upaya untuk memecah belah Bangsa Indonesia (disintergasi bangsa indonesia).

Upacara Bendera dilaksanakan pada Senin, 4 Mei 2015 di pelataran parkir samping gedung UTCC, dengan pembina Upacara Rektor UT Prof. Ir. Tian Belawati M.Ed., Ph.D http://www.ut.ac.id/2015/berita/1105-ut-membangun-pagar-bangsa.html

SISTEM PENDIDIKAN UT YANG BERKAITAN DENGAN KONTEKS GLOBAL

Sejak tahun ajaran 2013.2, dibawahi oleh Program Pascasarjana, Universitas Terbuka (PPs UT) membuka program studi baru yaitu Studi ASEAN atau Advanced Course Programme (ACP) in ASEAN Studies. Ini adalah program bersertifikat internasional yang ditawarkan sebagai studi di tingkat pascasarjana. Program ini merupakan gabungan dari perguruan-perguruan tinggi jarak jauh di lima negera ASEAN, yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam, yang dirangkum seluruhnya di halaman situs tersendiri. Tujuan didirikannya asean-studies-newprogram ini antara lain:

•   Menyiapkan sumber daya manusia ASEAN dalam komunitas regional dan global

•    Menyediakan prespektif yang seimbang tentang ASEAN

•    Meningkatkan kesadaran dan perhatian komunitas ASEAN akan sejarah, budaya, dan ikatan antar regional ASEAN.

diterjemahkan dari sumber: http://www.stou.ac.th/ou5/about_goals.html

 

Dari tujuan-tujuan di atas, terlihat bahwa upaya Universitas Terbuka (UT) di regional ASEAN sudah cukup baik. Ini tak lain untuk melahirkan para cendekiawan-cendekiawan baru yang dapat membangun dan memperkuat pagar bangsa tanpa harus menutup diri dengan ‘pagar’ yang dibuatnya. Selain dengan program ACP ASEAN di atas, UT pun memliki program pendidikan bersertifikat yaitu Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) atau Indonesian Language Programme (ILP) for Foreigner. Tentunya program ini ditujukan untuk orang asing yang ingin bisa berbahasa Indonesia. Wah ternyata memang UT tak mau hanya dikenal sebagai ‘universitas untuk guru’ saja, dapat dibuktikan dengan keberaan program-program ini dan program studi di fakultas-fakultas lainnya. Oya, dari tahun ke tahun jumlah mahasiswa aktif di UT mulai didominasi oleh usia muda yaitu sekitar 66% dari total 406.027 mahasiswa aktif UT (data 15 Juni 2015), dengan melihat angka ini semoga kedepannya semakin banyak anak muda yang memiliki pendidikan tinggi yang dapat menjadi agen pembuat perubahan di daerah tempat Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) nya masing-masing.

jumlah mahasiswa berdasarkan umur kelompok umur ​ (data 15 Juni 2015)

jumlah mahasiswa berdasarkan umur kelompok umur ​
(data 15 Juni 2015)

Jumlah penduduk Indonesia saat ini sudah mencapai sekitar 240 juta jiwa , hampir 60 % nya tinggal menetap di pulau Jawa yang memiliki luas hanya 6.7% dari luas daratan, menjadikan pulau Jawa sebagai pulau paling padat penduduk di dunia. Beruntung UPBJJ UT tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, bahkan ada mahasiswanya di beberapa negara. Keberadaan UPBJJ di daerah-daerah, terutama di luar pulau Jawa dan perbatasan, semoga dapat membuat pendidikan dengan kualitas dan standar perguruan tinggi jarak jauh yang berkelas dunia ini dirasakan oleh seluruh masyarakat dari beragam latar belakang budaya dan ekonomi.

UT-31-PNG-300x300

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari Universitas Terbuka dalam rangka memperingati HUT Universitas Terbuka ke-31. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.

About feriyadiramen

An INTP long life learner

3 comments

  1. Keren tulisannya. Semoga menang🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: