Pengalaman Belajar dengan Inovasi dari Universitas Terbuka

Sempat merasa bingung harus melanjutkan kuliah kemana ketika sudah lulus DIII karena saya harus bekerja tapi ingin sambil melanjutkan pendidikan formal juga. Sebetulnya saya pernah mengetahui info tentang Universitas Terbuka (UT) selintas melalui laman resminya namun tidak terlalu menarik minat. Tapi pada akhirnya saya sempatkan membaca seluruh infonya mulai dari sejarah, sistem pembelajaran, hingga ke cara pendaftarannya. Akhirnya saya pun melakukan registrasi pertama pada tahun ajaran 2013.1 di program studi (prodi) S1 Biologi Fakultas MIPA dengan beberapa mata kuliah dialihkreditkan dari pendidikan diploma. Soal akreditasi BAN-PT , tak usah khawatir karena semua prodi di UT sudah terakreditasi ‘B’ ditambah lagi akreditasi ISO dan dari ICDE (International Council for Open and Education) semakin membuat yakin dengan layanan yang baik dari UT.

Semester pertama saya hanya mengambil empat mata kuliah. Kenapa? Sebab masih ingin mencoba untuk beradaptasi bagaimana rasanya belajar mandiri dengan sistem pembelajaran jarak jauhnya UT. Memang terasa semangat belajar ini kadang naik dan turun, namun dengan sebisa mungkin saya mengumpulkan semangat agar memperoleh hasil akhir yang baik. Tidak adanya kehadiran dosen ‘nyata’ membuat saya harus lebih terbiasa belajar mandiri. Dosen, atau istilah di tutorial online (tuton) itu ‘tutor’, bertugas membimbing peserta tuton. Kami diberikan arahan dalam mempelajari modul, ya walaupun bukan mengajar secara tatap muka tapi arahan ini cukup membantu dan menjadi motivasi untuk terus memahami materi. Tuton ini pun dapat diakses versi sederhananya melalui versi mobile web dengan alamat mlearn.ut.ac.id. Jadi walaupun tidak berada di depan layar komputer, melalui layar ponsel pun kita masih dapat berdiskusi dengan tutor dan peserta tuton lain. Dengan bimbingan ini, saya yang awalnya sering kehilangan semangat belajar terutama saat tuton mata kuliah kalkulus yang cukup sulit jika belajar sendiri, bisa mengerjakan tugas-tugas dan akhirnya lulus juga.

tuton versi mobile web

 

Di prodi biologi, mahasiswanya harus mengikuti beberapa mata kuliah praktikum. Wah, bagaimana bisa praktikum secara daring/online? Hehe tentu tidak mungkin kalau hanya praktikum ‘kering’, hal ini sudah difasilitasi UT yang sudah bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi rekanan untuk menyelenggarakan praktikum. Bahkan dengan biaya yang terjangkau, Rp 50.000 per SKS nya. Waktu pelaksanaan praktikum hanya di hari Sabtu dan Minggu, agar tidak mengganggu kegiatan perkuliahan reguler pemilik fasilitas dan memang sangat cocok untuk mahasiswa UT yang rata-rata sudah bekerja. Praktikum ‘basah’ difasilitasi oleh perguruan tinggi rekanan sedangkan UT sendiri memfasilitasi praktikum ‘kering’ melalu fitur Dry Lab di laman UT yang terintegrasi dengan UT online. Pertama kali mengakses, tampilannya cukup menarik dengan menggunakan animasi flash. Meskipun untuk prodi biologi hanya ada satu praktikum yang tersedia di dry lab, saya yakin kedepannya mata kuliah praktikum lain akan dibuatkan dry lab nya dengan konten yang terus diperbaharui dan sesuai dengan perkembangan teknologi grafis digital.

dry lab

contoh dry lab taksonomi tumbuhan tinggi

contoh dry lab taksonomi tumbuhan tinggi

 

Mulai tahun akademik 2014.1, prodi biologi ini sudah tersedia di seluruh unit program belajar jarak jauh (UPBJJ) UT, yang sebelumnya hanya di UPBJJ pulau Jawa, Lampung, Medan, dan paling jauh di Ambon sana. Dengan dibukanya prodi biologi di seluruh UPBJJ semoga dapat memenuhi minat terhadap ilmu sains biologi terutama di kawasan Indonesia timur atau wilayah lain yang biodiversitasnya tinggi. Banyaknya wilayah konservasi atau lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian di kawasan-kawasan tersebut pastinya tak hanya membutuhkan petugas yang loyal dan kaya akan pengalaman empiris namun sedapat mungkin pengetahuannya tentang keilmuan terapan dari biologi dapat ditingkatkan. Jika orang-orang seperti itu yang mendapatkan akses pendidikan tinggi, saya yakin mereka akan membuat suatu perubahan di lingkungan sekitarnya dan akan berkarya untuk kebaikan terhadap kehidupan manusia, keselarasan ekologi, dan pemanfaatan sumber daya alam.

Pada tahun 2013, UT memperkenalkan layanan terbarunya yaitu Microsoft Office 365 (MO 365) Education. Hebat ya bisa bekerja sama dengan salah satu perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia, tambah lagi belum banyak universitas yang memilikinya. Ini pastinya karena usaha rektor UT, Prof. Tian, yang memang seorang ‘IT minded’ dan dukungan staf-staf ahli teknologi informasi di UT. Layanan ini gratis untuk seluruh mahasiswa aktif tuton tanpa biaya tambahan apapun, padahal kalau bayar harganya sekitar Rp 700.000 yang berlaku selama empat tahun. Penggunaanya ada pada akun utama sur-el pribadi dengan domain @ecampus.ut.ac.id. Kebetulan saya menggunakan menggunakan program Microsoft Office 2013 yang terpasang di laptop, ternyata dapat disinkronisasikan dengan akun Microsoft Office 365. Manfaatnya ketika akan menyimpan file saat menggunakan microsoft word/excel/powerpoint, terdapat pilihan untuk tempat penyimpanan di cloud server one drive MO 365 milik UT yang telah disambungkan dengan akun MO 365 pribadi. Dengan ini file yang disimpan di cloud server dapat diakses oleh perangkat manapun yang terpasang dan tersambungkan dengan akun kita. Selain itu dengan akun ini kita dapat menggunakan aplikasi Microsoft Lync yang memiliki fitur chat dan video conference. Sudah saya coba, muncul beberapa tutor dan teman tuton yang saya kenal, sayang mereka tidak aktif. Seandainya banyak yang menggunakan aplikasi ini, kegiatan tuton dapat lebih ditingkatkan interaksinya dengan sistem live video conference, setidaknya jadi mirip para pejabat UT yang melakukan rapat lintas UPBJJ menggunakan video conference🙂 . Inovasi layanan tambahan yang ditujukan untuk pengguna tuton dan tutor ini sangat baik dan memudahkan, namun sayang masih banyak yang belum tertarik menggunakannya. Semoga dengan tulisan saya ini setidaknya membuat para peserta tuton atau bahkan tutor untuk mencoba lebih memanfaatkan MO 365 sehingga dapat meningkatkan efektivitas program pembelajaran jarak jauh yang UT usung.

Dalam acara Microsoft in Education Roundtable, Rabu, 25 Maret 2014, yang mempunyai tujuan untuk sharing teknologi dalam hal pendidikan dimana salah satu agendanya adalah pemberian Office365 Award, UT mendapatkan Award untuk kategori Distance Learning. sumber :http://www.ut.ac.id/berita/902-ut-peroleh-penghargaan-dari-microsoft.html

Dalam acara Microsoft in Education Roundtable, Rabu, 25 Maret 2014, yang mempunyai tujuan untuk sharing teknologi dalam hal pendidikan dimana salah satu agendanya adalah pemberian Office365 Award, UT mendapatkan Award untuk kategori Distance Learning.
sumber :http://www.ut.ac.id/berita/902-ut-peroleh-penghargaan-dari-microsoft.html

capture_001_18072014_174404

Pilihan penyimpanan cloud pada server cloud Universitas Terbuka dan akun pribadi Microsoft Office 365

ACCOUNT INFO

Tampilan menu ‘account’ di Microsoft Word yang terintegrasi dengan akun Micrososft Office 365

Tahun ini UT masuk ke usia 30 tahun, dengan jumlah mahasiswa aktif sebanyak 433.763 (data 2 Juni 2014). Hingga kini pun mayoritas mahasiswanya, yakni sekitar 73%, adalah para pendidik atau guru. Kemampuan guru yang ‘melek’ dan memanfaatkan teknologi dalam proses mengajarnya seharusnya dapat mempengaruhi cara belajar anak didiknya. Siswa diharapkan memanfaatkan teknologi, khususnya internet, untuk memperoleh wawasan yang lebih luas. Selain profesi guru yang merupakan mahasiswa mayoritas UT, sisanya yang lain memiliki beragam latar belakang dan pekerjaan. Mahasiswa UT itu sangat-sangat banyak jumlahnya dibanding universitas lain. UBPJJ nya ada hampir di setiap kota besar dan kabupaten seluruh provinsi, bahkan hingga di luar negeri sekalipun seperti Hong Kong dan Malaysia. Andaikan seluruhnya memanfaatkan fitur dan layan UT semaksimal mungkin untuk proses pembelajaran yang berkualitas, pasti akan merubah nasib banyak orang yang secara tidak langsung akan merubah Indonesia ke arah yang lebih baik.

Berikut profil singkat Universitas Terbuka

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari Universitas Terbuka dalam rangka memperingati HUT Universitas Terbuka ke-30. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.“

 

About feriyadiramen

An INTP long life learner

9 comments

  1. Selamat ya….. Jadi juaranya niih! Keren!

    Like

  2. Deserved to be winner..
    #sekaligus bisa jadi pembelajaran utk menulis yg lebih baik lagi.

    Selamat dan semoga makin sukses UT di INdonesia

    Like

  3. namalifah

    kak aku mau nanya email kaka boleh? Mau tanya-tanya tentang analis kesehatan nih. Makasih sebelumnya:)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: