Apa yang membedakan DIII dan DIV/S1?

Belakangan ini sedang ramai pembahasan tentang program studi lanjutan untuk DIII analis kesehatan, terutama ke DIV. Sebelumnya saya tidak akan buka dokumen-dokumen dan sumber-sumber lain, ini hanya sekedar pendapat dan pemikiran sok tahu saya saja oke. Jadi kalau ada yang kurang tepat mohon dikoreksi🙂

Di posting saya yang lain, banyak sekali mahasiswa DIII ankes yang bertanya bagaimana atau kemana mereka bisa menjutkan ke jenjang pendidikan lanjutan DIII. Saya sempat bingung karena saya pun belum sekolah lagi😛 tapi hanya berbekal pengetahuan saya soal studi lanjutan ke jenjang S1. Sebenernya sejak jadi mahasiswa DIII sering sekali saya berkontemplasi ‘jika aku menjadi mahasiswa S1 reguler’ (di program studi yang saya ingin masuki ketika itu). Tapi pada intinya, jadi lebih tertarik ke “apa sih bedanya DIII dan S1/DIV?” khususnya nanti jika nanti jika jurusan Teknologi Laboratorium Medik (TLM) sudah bertebaran DIV dan S1 nya.

Kita lihat dulu DIII, yang ambil DIII ankes pasti udah pada tau ritme perkuliahan dan trik-trik kuliahnya. Dulu saya sempat membandingkan dengan teman-teman SMA saya yang mengambil program S1. Sempat iri karena sepertinya perkualiahan mereka lebih luas dan pastinya banyak pilihan kegiatan di kampus mereka (ini sih yang paling ngenes..hahah). Di DIII ankes memang diajarkan ilmu dasar dan sedikit konsep-konsep ilmu pengetahuan alam, tapi lebih banyak maen jebred-jebred ke ilmu spesifik dan mau tak mau suka tak suka harus ditelan bulat-bulat. Itu karena memang tujuan pendidikannya ke ilmu praktis/praktek, lebih dituntut untuk ‘bisa’ mengoperasikan alat/ilmu yang sudah ada daripada membuat sesuatu yang baru atau memodifikasinya.

Ilmu laboratorium medis (Med Lab Science, MLS) itu sebetulnya membutuhkan pemahaman yang dalam dan luas, saya bilang gini karena di negeri lain sana kurikulum S1 TLM nya memang sangat menuntut untuk berpikir konseptual. Tak hanya dari sisi praktisnya saja, dari sisi manajemen juga penting dipelajari karena ilmu MLS itu aplikasinya lebih ke bidang pelayanan lab klinik untuk nyari duit haha. Kalau untuk DIV sendiri, menurut pengamatan saya saat masih mahasiswa DIII, ngobrol dengan mahasiswa DIV di kampus yang sama, rata-rata bilang ‘yaa gitu deh’. Kurikulumnya belum ada standar (koreksi kalo salah) dan banyaknya bertujuan hanya jadi batu untuk meloncat lebih tinggi. Itu karena rata-rata yang ambil DIV adalah pekerja yang ingin meng’upgrade’ status pendidikan maupun karirnya. Tapi tentunya DIV pasti ada lebihnya dari DIII dong? Pasti itu… harus lebih kritis dan smart ya🙂

Katanya sekarang kan karena peraturan DIKTI, penerimaan DIV dari DIII dihentikan sementara, jadinya hanya menerima lulusan SMA. Nahhh dan rata-rata…. (lihat ke paragraf satu) iya..kebanyakan anak SMA yang ambil DIV ankes itu bingung dan tidak tahu ilmu apa yang mereka akan dapat dan seperti apa nanti aplikasi di kehidupan nyatanya. Saya juga ngerasain ko, gimana labilnya baru lulus SMA dalam mengenali tahun pertama perkuliahannya heheh. Yang udah masuk ke kondisi yang saya sebutkan diatas, jangan menyesal (loh?) karena kalau disesali nanti stres, depresi, frustasi, lalu obesity. Harusnya kalian mahasiswa DIV ankes yang baca tulisan saya, buat tulisan analisis juga tentang apa yang kalian dapat di DIV dan hasil sharing/berbagi cerita dengan DIII atau alumni-alumni DIV. Jadi setidaknya dapat poin-poin penting apa yang harus kalian miliki kedepannya karena profesi di dunia kesehatan itu banyak regulasinya loh, untuk tenaga kesehatannya aja banyak aturan🙂

Di luar sisi keilmuan utama yaa.. yang paling penting menurut saya adalah mengasah kemampuan untuk berpikir kritis terutama akan berbagai macam perubahan/perkembangan. Soalnya terasa oleh saya di kantor yang sekarang, banyak teman-teman saya yang lulusan S1 dari perguruan tinggi oke, mereka sangat-sangat kritis dan memang ‘smart’ di mata saya. Terkadang saya merasa minder, tapi minder ini membuat saya berpikir ‘saya juga harus bisa smart dan punya nilai personal lebih’. Terasa sekali oleh saya karena ketika sekolah DIII dulu, mungkin hampir 80% yaa, materi itu diberikan oleh dosen secara langsung dan harus ditelan bulat-bulat, mana banyaknya hafalan plok. Ujiannya juga begitu, kurang lebih jawaban harus sama seperti materi yang diberikan dosen. Itu yang membuat kemampuan berpikir konseptual dan kritis agak tumpul, terus terang saya kurang suka. Pernah kena remedial, sampai pernah gak lulus salah satu ujian praktek karena merasa udah overload dengan materi yg harus dihafal, akhirnya udah ga peduli nilai berapa pun yang penting lulus..haha. Beda waktu maktul epidemiologi, itu asik karena bisa ngarang dengan kata-kata sendiri haha, dan hasilnya oke banget waktu ujian😛.

Banyak cara untuk melatihnya, kalau kalian mau ngikutin salah satu cara saya: rajin baca, usahakan bahan bacaan berbahasa Inggris. Baca apa aja asal jangan bacaan sampah (bisa membedakan kan?), baca novel-novel lokal karya penulis-penulis top juga bagus, tapi kalau mau mudah dan bisa dilakukan dimana saja mulai sekarang bookmark di browser ponsel kalian halaman-halaman berita dalam bahasa Inggris, atau rubah deh setting bahasa di ponsel jadi ke Bahasa Inggris. Percaya deh sama saya, kemampuan kalian dalam memahami tulisan berbahasa Inggris akan sangat-sangat berguna kelak dalam mencari literatur karya tulis bahkan terus sampai nanti kalian lulus dan bekerja. At least you guys understand the main idea of the text, it’s ok if you still can’t write a text or speak in English, it’s acceptable anyway 😛 tapi lebih oke lagi kalau bisa nulis karena lagi-lagi bakal terpakai pas nulis abstrak KTI (kepake banget, sampe saya sempet jadi translator abal-abal untuk beberapa teman seangkatan). Ini tulisan blog yang bisa buat kalian tergugah dan termotivasi untuk rajin baca:

https://www.zenius.net/blog/54/referensibukugw
https://www.zenius.net/blog/2226/gak-suka-baca-buku-think-again

Sekian saja tulisan kali ini. Maaf kalau sedikit melenceng di akhirnya. Saya tulis semata untuk kalian para mahasiswa analis kesehatan yang mencari jati diri di tengah berputarnya dunia. Saya pun masih terus berbenah diri, masih suka keluar dongdong nya゜。・◇。*かわいい*・゜。◇° のデコメ絵文字

Who’s your best teacher whom showed you how to think critically?

Ditunggu komentar dan diskusinya dibawah ya (タイトルなし) のデコメ絵文字

@feriyadiramen

di Sabtu yang cerah

About feriyadiramen

An INTP long life learner

22 comments

  1. MLT gimana kang ? haha kalo d 4 termasuk bachelor degree kan?

    Like

    • MLT itu kalo kata saya krg tepat, lebih cocok MLS (Science/Ilmu). Jadi kalo di Indonesia kan ‘Ilmu Lab Medis’

      termasuk applied science, masuk ke jenjang profesional teknis… jadi ahli di bidangnya labkes, ga boleh ada ilmu lain sbenernya ganggu2 ttg labkes (tp skrg masih bnyak diisi sarjana farmasi, biologi, kimia gara2 S1 ilmu labkes belum ada atau D4 ankes msh dikit). Ikutin perkembangan Pak Entuy gih biar makin ngerti dan paham🙂

      Like

  2. hai kak feri, saya mahasiswa analis poltekkes lampung semster 5 . kemaren abis ngikutin seminar PATELKI bareng pak entuy .. kesimpulan seminar kemaren intinya DIII cuma tukang di lab gitu kak . yang pengen saya tanyakan mahasiswa kaya saya yang ga suka teknis tapi sukanya konsep gitu ranah kerja analis saya baiknya kemanaa ? maaf kak seblumnyaaa hehe

    Like

    • hai juga Asti,
      setidaknya coba dulu bekerja di ranah teknis, lama2 jg akan terasa kalau kamu butuh ide2 konseptual tersebut. soalnya konsep terus tanpa action itu sulit. Pandangan saya sih kalau km kerja di dunia penuh konsep, your thought have to be out of the box. Soalnya banyak kan yg lulusan S1, yg dicetak utk bs berpikir lebih konseptual, tapi pemikirannya biasa aja malahan ga lebih baik dari yg lulusan D3 sbetulnya teknis bgt.
      Karena mmg jobdesc nya mau dcari dmanapun, llusan D3 itu lbh ke pkerjaan teknis praktis. Tp bkn berarti kerjaan kita ga penting ya… yg ptg bisa ngembangin diri aja mau kerja di mana pun itu. Klau km ttep keukeuh D3 pgen kerja konseptual? ingat out of the box 😎

      Like

  3. iyan hardiyantiAnHa

    kak…aku bingung…emang boleh/bisa gituh kalo misalkan lulusan D3 ANALIS KESEHATAN lAnjut ke D4 NYA ??????
    DI TUNGGU JAWABAN NYA

    Like

  4. Assalamualaikum kak, kak mau minta pendapat nih, saya analis kesehata poltekkes kemenkes bengkulu semester 3, menurut kakak milih lanjut kuliah dulu atau kerja dulu yah kak? Trus katanya kan D4 itu setara dgan S1, jadi apa bedanya S1 dgan D4? Kan lama pendidikannya beda juga?

    Like

    • Waalaikumsalam…
      kamu kan tanya nya kalau menurut saya ya🙂
      saya sarankan kamu utk kerja dulu, lihat dulu realita/kondisi kenyataan ttg profesi ankes di tempat kerja. Setelah itu kamu baru bisa menentukan apakah kamu harus lanjut ke jurusan apa kuliahnya, sesuaikan dengan minat dulu kalau bisa…

      D4 itu sains terapan, jadi lebih ke ilmu-ilmu yg utk diterapkan di pekerjaan teknis. Kalau S1 sangat menekankan konsep/ide konseptual, contohnya utk membuat peraturan atau kebijakan yg berdampak utk org banyak. Tapi mau itu d4/s1 menurut saya tidak terlalu penting, yang lebih penting adalah kamu bisa memiliki cara/pola pikir yang terstruktur, kreatif, penuh ide2 segar, dan yg penting mau action…
      Saya pun sampai skrg masih belajar hal2 itu, manusia mmg tidak boleh berhenti belajar🙂

      Like

    • D IV / S1 itu ga ada beda kalau dilihat dalam penyeteraan atau penyesuain pangkat dan golongan jika sudah kerja, kalau di PNS setahu saya lulusannya diangkat dengan Golongan 3 a (S 1 dan D IV), da menurut sya lebih bagus kalau yg ke praktisi itu ngambilnya di Diploma soalnya lebih banyak praktek dari pada teorinya, dan lebih menjurus lagi, gambaran saya gini loh kayaknya perbandingan D IV dan S 1 itu seperti dulu kita ngambil SMA sma SMk git, cuman bedanya kita sudah tau kejurusan atau kejuruan apa yg kita ambil.
      kalau lama pendidikan juga sama saja tetap 4 tahun, kalau lebih lama lagi yah tergantung si mahasiswanya heheheh.. jadi menurut saya kalau mau nanya bedanya dimasalah kualitas pendidikan sih sama aja hehehe

      Like

  5. elsa

    Kak aku dari mahasiswi analis kesehatan semester 2 ni di poltekes jayapura, lagi bingung kirakira kalo udah lulus bagusnya lanjutin kuliah ambil apa yh? Lanjut d4 atau mau ambil s1 jurusan lain? Misalny jurusan ilmu kesehatan masyarakat gitu?mohon sarannya kak soalny lagi galau mikirin itu

    Like

    • masih tingkat 1 gausah bingung2… sekolah aja dulu fokus dan kembangkan diri dgn softkill2/hardskill2 tambahan utk bekal nanti bekerja (kerja apapun). Kuliah selanjutnya nanti bisa disesuaikan dgn pekerjaan yg akan ditekuni

      Like

  6. pratiwi

    Kak, aku d3 analis kesehatan dari poltek kendari. Skrg sudah semester 6. Niat sih mau lanjut tapi masih bingung. Lanjut D4 kayakx tapi dikampus mana? sebaikx kampus mana kak??

    Like

    • bisa ke kampus2 swasta yg buka program D4 ekstensi (di Jawa Tengah atau Jatim). Kalau utk poltekkes spertinya tdk akan buka kelas lanjutan dalam wkt yg blm bisa diprediksi

      Like

    • Unimus semarang ada D IV, saran saya mending di Unimus, Lab nya lengkap, bentar lagi akreditasinya sudah mau “A”. kalau niatnya lebih ke praktisi ngambil D IV tp kalau niatnya lebih ke konseptual ngambil S 1, tapi saya juga belum dapat dimana yg udah buka S 1

      Like

  7. Riya

    kuliah ke d4 itu kalau dari smk boleh atau enggak? apa hanya sma saja? trima kasih🙂

    Like

  8. Milasari Ruslan

    assalamualaikum.
    kak kalau mau kuliah analis kesehatan bagusnya DIII,DIV, atau S1? Mohon bantuannya

    Like

  9. Ney da Onney

    Assallamualaikum wr.wb. Saya bingung kak, ini mau daftar poltekes. Kalau jurusan rekam medis/radiologi/kep.gigi, enaknya ambil d3 atau d4 ya kak. Trima kasih. Wassallam wr.wb

    Like

  10. indah tadjuddin

    terus intinya bagusan mana d4 atau s1 dari segi lowongan kerjanyaa?
    mohon yaa jawabannya😊

    Like

  11. nova indah

    assalamualaikum kk. sy indah analis kesehatan semester 6 di kendari.
    terus intinya bagusan mana d4 atau s1 dari segi lowongan kerjanyaa?
    mohon yaa jawabannya😊

    Like

    • Wlkmsalam

      lowongan kerja mah banyak… hanya mau kerja jadi apa, di mana, seperti apa… Yg pasti kalau di lab klinik swasta/rmh sakit akan selalu ada 😁

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: