Karawitan ‘Sepuh’ di Kebun Binatang Bandung

Hari ini, setelah sekian tahun tidak ke kebun binatang Bandung (KBB) -terakhir kelas X SMA awal 2007 an- akhirnya masuk lagi ke tempat ini dengan harga tiket Rp 20.000. Tujuan berkunjung? buat motoin binatang -_-” , engga deng, banyak melihat perubahan disini. Mulai dari ada restoran cepat saji di bekas kandang gajah dan kafe-kafe baru. Jerapah sudah tidak ada, diganti banteng. Museumnya tutup, entah tutup karena hari Minggu? Satu lagi yang cuku berubah yaitu jajaran kandang kucing-kucing besar yang sekarang menjadi panggung. Harimau dan singa dipindahkan ke kandang berkaca dan ada airnya, lumayan buat mereka kalo mau mandi atau sekedar minum-minum lah. Ditambah pemandangan dua gedung tinggi yang belum rampung, calon apartemen tepatnya, yang berdiri di tanah bekas pemandian/kolam renang Cihampelas (ini betul-betul disayangkan lah, beruntungnya saya masih merasakan berenang disana ketika mata pelajaran olah raga SMP dan SMA)

botram+degung sunda

botram+degung sunda, duh gedung di belakang itu ganggu…

Ada hal yang membuat saya terenyuh , pokonya tersentuh, bahasa Sundanya mah, asa waas kitu. Saya banyak melihat penjual-penjual mainan itu orang-orang tua, tuanya saya perkirakan umurnya lebih dari 55 atau 60. Mereka masih giatnya bekerja mencari uang, jadi malu kan kalau seandainya yang masih muda -cenderung remaja- ini ga kerja keras? Nah salah satu pekerja yang sudah sepuh ini adalah ibu-ibu tukang nyinden (sinden) di panggung pagelaran kebun binatang.

DSCN2059

Sekilas kalau orang lewat mungkin berpikir ini karawitan-sinden biasa, layaknya pagelaran musik-musik sunda di undangan-undangan pernikahan, tapi saya melihat sisi lain. Sindennya itu udah sepuh saudara-saudara, mungkin kalau saya pantas memanggil mereka “nenek” karena memang terlihat dari tampilan fisiknya. Seketika saya langsung terenyuh dan melow , waas, karunya dan perasaan iba lainnya. Mereka adalah aset seni sunda, aset budaya sunda, sekaligus manusia lanjut usia namun masih mau bekerja di hari ibur dengan menyanyi sebagai sinden. Lebih sedihnya sih saya lihat ada kardus di depan panggung, dan tebakan saya benar, kalau kardus itu adalah kotak untuk uang, sumbangan untuk mereka. Entah apakah mereka dibayar atau tidak oleh pihak KBB, tapi tim karawitannya ini cukup banyak mungkin sekitar 10 orang. Saya tidak pikir panjang, “harus ngasih ini mah!”,  dan setsetset  keluarlah duit selembar dari dompet, silakan estimasikan sendiri nilainya ya😀.

Ibu sebelah kiri yang mengucapkan hatur nuhun

Ibu sebelah kiri yang mengucapkan hatur nuhun, itu kardus untuk sumbangan mereka

Ketika memasukkan uang, kepada saya, salah satu nenek sinden tersenyum lebar sambil menyatukan tangannya (gestur terima kasih) dengan mulut mengucapkan kata ‘hatur nuhun’ dan itu adalah kebahagiaan yang menurut saya sulit dideskripsikan (dalemmm bingit gitu lah). Saya sering membayangkan kalau  para nenek itu adalah nenek/orang tua saya sendiri, rasa bangga karena masih aktif di usia senja sekaligus rasa kasihan karena seni sunda yang mereka kuasai mungkin saja tidak diturunkan kepada generasi selanjutnya. Rasanya saya ingin memberikan lebih ketika itu, tapi ketika memasukkan uang, saya sertai dengan doa untuk para nenek yang menyanyi agar terus sehat dan aktif nyinden sunda. Sepanjang mereka menyanyi diiringi tim karawitan, saya duduk di tangga sambil menunggu teman yang lain datang.

Senang sekali rasanya panggung itu dijadikan pagelaran seni sunda, lebih baik daripada lagu-lagu anak alay zaman sekarang🙂

Mohon dipertahankan, kalau ada tim manajemen kebun binatang bandung yang baca tulisan saya.

About feriyadiramen

An INTP long life learner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: