Belajar Bahasa Jepang Radio NHK > Menjawab Pertanyaan Anda

Berikut adalah salina dari halaman http://www3.nhk.or.jp/lesson/indonesian/answer/index.html tentang menjawab pertanyaan seputar bahasa Jepang dari pendengar. Semoga menjadi pengetahuan tambahan bagi anda yang belum membaca dan mengetahuinya🙂

 

Mohon jelaskan apa arti kata demasu.

Kata kerja demasu memiliki sepuluh arti berbeda. Arti yang pailng umum adalah keluar dari sebuah tempat tertutup. Dalam hal ini, kata itu digunakan dengan nama tempat. Namun pada pelajaran 3 ada ungkapan “kaigi ni demasu” (menghadiri rapat). Arti demasu disini adalah muncul atau hadir di sebuah tempat tertentu. Demasu digunakan ketika sesuatu muncul dengan sendirinya atau secara alami.

Silakan lihat kembali halaman pelajaran terkait.

Tutup

Angka empat bisa disebut sebagai shi atau yon. Jadi bagaimana kita tahu harus menggunakan yang mana?

Menghitung dari satu dalam bahasa Jepang adalah “ichi, ni, san, shi, go, roku, shichi, hachi…” Maka angka empat adalah shi. Namun ketika menghitung jumlah orang, kita tidak mengatakan shin-nin tapi yo-nin. Shi-nin artinya cenderung tidak menguntungkan karena kematian dalam bahasa Jepang juga disebut shi. Shinin bisa saja disalahartikan sebagai orang mati.

Silakan lihat kembali halaman pelajaran terkait.

Tutup

Mohon jelaskan bagaimana menggunakan partikel no.

Partikel no memiliki beberapa arti. Dalam kalimat “toshokan no mae” (tempat di depan perpustakaan), maka no digunakan untuk menunjukkan sebuah lokasi yang terkait dengan perpustakaan. Sementara dalam kalimat “Yamada-san no kutsu” (Sepatu Yamada), partikel no menunjukkan kepemilikan. Sementara untuk kelimat seperti “garasu no koppu” (cangkir kaca), partikel no menunjukkan dari apa benda itu dibuat.

Tutup

Hana bisa berarti bunga atau hidung. Apakah ada perbedaan dalam pengucapannya?

Dalam banyak kasus, homonim diucapkan dengan cara yang sama. Kita harus menilai artinya dari keseluruhan kalimat dan topik pembicaraan. Namun ada beberapa contoh di mana kita bisa mengetahui perbedaannya. Misalnya dalam kalimat “Hana ga saku” (bunga mekar), maka nadanya langsung turun setelah hana. Dalam percakapan, untuk kalimat “Hana ga kayui” (hidung saya gatal), nadanya tetap sama.

花が咲く (はな が さく) 花が咲く (はな が さく)

鼻がかゆい (はな が かゆい) 鼻がかゆい (はな が かゆい)

Silakan lihat kembali halaman pelajaran terkait.

Tutup

Kita menyebut “Watashi wa” tapi ditulis ha setelah watashi. Kenapa ha diucapkan sebagai wa?

Kita menyebut “Watashi wa” tapi ditulis sebagai “watashi ha”. Sama halnya ketika kita mengucapkan “Tokyo e” tapi ditulis “Tokyo he”. Dulu orang memang biasanya menyebut “watashi ha”. Tapi pengucapannya perlahan berubah menjadi “watashi wa”. Ketika aturan standar penggunaan daftar suku kata Jepang diperbarui tahun 1986, diputuskan untuk menghargai bentuk yang lama saat menulisnya, tapi diucapkan dengan cara yang baru. Itulah mengapa kita masih menulis dengan ha walaupun diucapkan sebagai wa.

About feriyadiramen

An INTP long life learner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: