Agen Antimikroorganisme Secara Fisika: Pemanasan Kering dan Pemanasan Uap (DRY HEAT, MOIST HEAT)

1. Pemanasan kering

Pemanasan kering (dengan oven) menetrasi kedalam substansinya secara lebih lambat dibanding pemanasan uap (steam). Cara ini biasanya dilakukan untuk mensterilisasi objek berbahan metal, alat gelas, dan paling cocok untuk mensterilisasi minyak dan serbuk (gambar 12.8). Benda tersterilisasi dengan cara kering ketika mencapai suhu 171°C  selama 1 jam, 160°C selama 2 jam atau lebih, atau 121°C selama 16 jam atau lebih, tergantung dari volumenya.

Api terbuka adalah bentuk dari pemanasan kering untuk mensterilisasi ose dan mulut tabung media kultur dengan membakarnya. Ketika terbakar hingga berpijar, harus diperhatikan jangan sampai membentuk abu yang mengapung dan aerosol (percikan air yang terlepas ke udara). Substansi ini dapat menjadi penyebab menyebarnya agen infeksius apabila terdapat organisme yang tidak terbunuh oleh pembakaran ose tadi.

2. Pemanasan uap (Moist Heat)

Karena daya tembus/penetrasinya, pemanasan uap digunakan secara luas sebagai agen fisika. Air mendidih menghancurkan sel vegetatif dari kebanyakan bakteri, jamur, juga virus yang inaktif, tapi tidak begitu efektif untuk membunuh semua jenis spora. Keefektifan dari didihan air dapat ditambah dengan 2% natrium bikarbonat. Namun, apabila air dididihkan pada tekanan yang ditentukan, titik didihnya akan naik, sehingga temperatur diatas 100°C dapat dicapai. Ini secara normal dilakukan oleh autoklav (autoclave), yang ditunjukkan oleh gambar 12.9 . Dengan diatur tekanan 15 lb/in diatas tekanan atmosfir selama 15 sampai 20 menit, tergantung volume dari muatannya. Pada tekanan ini, temperatur akan mencapai 121°C, suhu tersebut cukup untuk membunuh spora dan bentuk vegetatif mikroorganisme, juga menggangu/merubah struktur asam nukleat virus. Pada prosedur ini yang membunuh mikroorganismenya adalah temperatur yang bertambah, bukan karena tekanan yang bertambah. Sterilisasi dengan autoklav selalu sukses jika dilakukan secara benar dan apabila dua aturan commonsense (masuk akal/logika) diikuti.

Pertama, bendanya (yang akan disterilkan) ditempatkan di dalam autoklav sehingga uap panas dapat dengan mudah menembusnya. Kedua, udara seharusnya dikosongkan sehingga ruangan dalam autoklav diisi oleh uap panas. Membungkus objek dengan kertas aluminium tidak dianjurkan karena dapat menggangu penetrasi uap panas. Uap panas bersirkulasi melewati autoklav dari saluran uap (steam outlet) menuju lubang evakuasi udara (air evacuation port) (gambar 12.10). Dalam mempersiapkan benda yang akan disterilkan oleh autoklav, wadah/kontainer harus dilepas dari segelnya dan benda tersebut harus dibungkus oleh material yang dapat ditembus oleh uap panas. Benda yang dibungkus dengan ukuran besar dan wadah gelas besar berisi media, membutuhkan waktu ekstra untuk panas hingga dapat menembusnya.

Sumber sertaditerjemahkan dari:

JACQUELYN G. BLACK ., LAURA J. BLACK . MICROBIOLOGY PRINCIPLES AND EXPLORATIONS 7thEdition .2008. JOHN WILEY & SONS, INC.

About feriyadiramen

An INTP long life learner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: